Selasa, 02 Juni 2015


Mendongeng Pekalongan

Moyang kita di Tanah Nusantara adalah orang-orang hebat dengan ketokohan mendunia kala itu. Hingga kemudian bangsa penjajah datang menjarah. Bangsa yang sangat besar dikerdilkan sebagai bangsa jajahan kelas bawah. Bangsa penjajah selama beratus-ratus tahun konon berusaha menghilangkan bukti-bukti kejayaan masa lalu bangsa Nusantara, hingga anak keturunan pribumi menjadi buta siapa sejatinya mereka. 
Kejayaan masa lalu para moyang yang adiluhung menjadi dongeng yang sebagian diragukan kebenarannya. Mungkin saja, dongeng akan menghibur sebagian dari kita betapa pada masa lalu kita adalah bangsa yang besar dan disegani hingga mancanegara. Kejayaan moyang di masa lalu adalah fakta sejarah yang bukti dukungnya terus digali. Kisah-kisah tentang moyang kita terus hidup karena diceritakan turun temurun melalui budaya lisan dari generasi ke generasi.
Budaya pitutur lisan belakangan ini mulai menghilang, mungkin saja sebentar lagi akan punah. Tergerus kemajuan teknologi yang memudahkan manusia mengakses berbagai kisah dengan lebih mudah melalui internet dan gadget super canggih. Orang tua semakin jarang bercerita pada anak-anak mereka sebagai pengantar tidur. 
Kita perlu melestarikan budaya lisan yang pernah hidup di tengah masyarakat Nusantara dengan segala lekuk beluknya. Kita perlu menyebarluaskan kisah-kisah yang belum pernah tersentuh budaya teks dan menghadirkannya untuk masyarakat Nusantara. Semoga bermanfaat.

Pekalongan, 2 Juni 2015

Tabik,

Akar Atya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar